lima hari ini aku mengamati beberapa fenomena di tempatku berada, bagaimana menurutmu mengenai hal ini :
1. di sebuah objek wisata di jawa barat, tempak seorang anak kecil, mungkin berusia 5 tahun,, setia menemani ayahnya berjualan es krim. berjalan ke sana ke mari,, namun tak tampak raut wajah si anak cemberut,,Subhanalloh..
2. lagi, di sebuah objek wisata pegunungan,,ku temui seorang anak kurang lebih berusia 6-7 tahun,,namun sikapnya tak mencerminkan usia nya,,seperti orang dewasa yang berbicara..ia bekerja menawari para pengunjung untuk berwisata dengan jasanya seagai guide menuju sebuah mata air..subhanalloh..
3. di sebuah kota besar di jawa barat, di jalan-jalan utama kota itu pada sore hari..ku melihat sekelompok mahasiswa, dengan dandanan bermacam-macam, yang mencerminkan mereka adalah orang berkecukupan. Mereka berkumpul di samping mobil yang sedang berhenti ketika lampu traffic light merah. salah satu dari mereka menggoyangngkan sebuah botol berisi beras, yak mereka mengamen.. aku sempat berfikiran, apa motivasi mereka melakukan itu... ada yang bilang " untuk tambahan uang saku" ada juga yang bilang " untuk gali dana kegiatan.." untuk alasan yang kedua, kalo memang untuk galang dana, knp mereka ga pake atribut acara mereka..tapi untuk alasan apa pun... apakah ini salah satu wujud kreaifitas mahasiswa ato hanya "..........................." wallohua'lam, aku ga tau..
4. ketika aku makan di depan kos, dari kejauhan aku melihat seorang anak berusia 4 tahunan,,berjalan di depan ibuny..ia menengadahkan tangan pada orang yang ada di jalan2,,dan mungkin tampak agak memaksa,,berjalan dari orang satu ke orang yang lain.. dan ibunya hanya mengawasi dari belakang..
astaghfirulloh..apakah ini..
Senin, 31 Mei 2010
Kamis, 27 Mei 2010
27 Mei 2010
alhamdulillah ya Rabb...
atas nikmat yang luar biasa Engkau berikan padaku..
ku sadari...
Engkau telah berikan kesempatan padaku untuk bertemu orang-orang yang mencintaiMu...
Keluargaku yang setia tulus membimbingku melangkah di JalanMu..
dia yang sabar menuntunku, menuju cahayaMu..
Mereka yang selalu mengisi dan mewarnai hariku yang indah...
beliau yang selalu memberiku pelajaran hidup meraih RidhoMu...
ia yang mengajarkanku mengerti indahnya cintaMu...
sungguh kesempatan yang tak ternilai..
menjadi warna yang indah dalam hidupku..
Ya Alloh, aku mohon dekatkanlah aku dengan cintaMu..
dengan orang-orang yang mencintaiMu..
dan segala hal yang membuatku dekat dengan cintaMu...
atas nikmat yang luar biasa Engkau berikan padaku..
ku sadari...
Engkau telah berikan kesempatan padaku untuk bertemu orang-orang yang mencintaiMu...
Keluargaku yang setia tulus membimbingku melangkah di JalanMu..
dia yang sabar menuntunku, menuju cahayaMu..
Mereka yang selalu mengisi dan mewarnai hariku yang indah...
beliau yang selalu memberiku pelajaran hidup meraih RidhoMu...
ia yang mengajarkanku mengerti indahnya cintaMu...
sungguh kesempatan yang tak ternilai..
menjadi warna yang indah dalam hidupku..
Ya Alloh, aku mohon dekatkanlah aku dengan cintaMu..
dengan orang-orang yang mencintaiMu..
dan segala hal yang membuatku dekat dengan cintaMu...
Jumat, 21 Mei 2010
teruntuk seorang sahabatku...
Alloh memberikanku kesempatan yang sungguh indah..
Seorang yang tak kusangaka menjadi sahabatku..
hadir dalam perjalananku...
Dengan sabar ia membimbingku..
Menjadikanku lebih kuat..
Menjadikanku lebih luas dalam memandang dunia...
Menjadikanku memiliki hati yang lebih ikhlas..
Menjadikanku lebih mencintai Nya...
Alhamdulillah..
Alloh telah menganugrahkanku sahabat yang luar biasa...
^____^
Seorang yang tak kusangaka menjadi sahabatku..
hadir dalam perjalananku...
Dengan sabar ia membimbingku..
Menjadikanku lebih kuat..
Menjadikanku lebih luas dalam memandang dunia...
Menjadikanku memiliki hati yang lebih ikhlas..
Menjadikanku lebih mencintai Nya...
Alhamdulillah..
Alloh telah menganugrahkanku sahabat yang luar biasa...
^____^
Kamis, 20 Mei 2010
21 Mei 2010
teringat kata salah seorang teman...
"orang bijaksana adalah orang yang mempunyai welas asih dan pemaaf"
yaa..kurang lebih seperti itulah kata-katanya..atau singkatnya "IKHLAS"
setelah kupikir-pikir benar juga pesan itu,welas asih dan pemaaf..
bahkan, Alloh pun memerintahkan kita untuk menjadi seorang yang pemaaf dan menjadikan seseorang memiliki rasa kasih sayang..
"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma´ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (QS.Al-A’raf:199)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS.Maryam:96)
"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS.Al-Imron:134)
setiap manusia pasti pernah menemui yang namanya masalah, ujian, pertentangan.entah itu dengan seseorang maupun kondisi..tak terlepas aku, yang memang manusia biasa, dalam perjalanan hidup penuh liku-liku..
"orang bijaksana adalah orang yang mempunyai welas asih dan pemaaf"
yaa..kurang lebih seperti itulah kata-katanya..atau singkatnya "IKHLAS"
setelah kupikir-pikir benar juga pesan itu,welas asih dan pemaaf..
bahkan, Alloh pun memerintahkan kita untuk menjadi seorang yang pemaaf dan menjadikan seseorang memiliki rasa kasih sayang..
"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma´ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (QS.Al-A’raf:199)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS.Maryam:96)
"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS.Al-Imron:134)
setiap manusia pasti pernah menemui yang namanya masalah, ujian, pertentangan.entah itu dengan seseorang maupun kondisi..tak terlepas aku, yang memang manusia biasa, dalam perjalanan hidup penuh liku-liku..
Selasa, 18 Mei 2010
KOMA
Koma adalah keadaan turunnya kesadaran yang terberat, dimana penderita tidak bereaksi lagi terhadap rangsang nyeri.Koma terjadi bila terdapat gangguan/kerusakan pada pusat kesadaran di midbrain dan atau talamus. Merupakan salah satu kedaruratan sistem saraf pusat.
Penyebab :
A. Penyakit intrakranial
a. Trauma susunan saraf pusat
b. Gangguan peredaran darah
c. infeksi SSP
d. Tumor SSP
e. Serangan-serangan, kejang dan epilepsi
f. Penyakit degeneratif SSP
g. Peninggian tekanan intra kranial
B. Penyakit ekstrakranial
a. Vaskuler : syok, payah jantung akut, hipertensi, hipotensi
b. Metabolik : asidosis diabetik, hipoglikemi, koma uremi hepatik, hipoksi, ketidak seimbangan elektrolit
c.Keracunan : alkohol, barbiturat, narkotik, CO, penenang lain
d. Infeksi sistemik berat : pneumonia, malaria, tifoid
e. lain-lain : hipertermi, hipotermi, syok listrik, syok anafilaktik
Diagnosis :
A. Aloanamnesis
B. Pemeriksaan fisik :
a. Tingkat kesadaran
b. Fungsi Vital :
- Suhu tubuh
* naik --> infeksi sistemik, gangguan thermoregulator, heat hyperpyrexia (disertai kulit kering)
* turun --> Keracunan barbiturat, kegagalan sirkulasi perifer, miksedema
- pernafasan
* lambat --> keracunan morfin, keracunan barbiturat, hipotiroid
* dalam dan cepat -->pneumonia, DM, uremi dan penyakit intrakranial
* cheyne-stokes --> peninggian TIK, kerusakan batang otak
- Nadi
*lambat --> heart blok hipertensi, peningkatan TIK
* cepat --> irama jantung ektopik, gangguan peredaran darah di otak
- Tekanan darah
* tinggi --> perdarahan otak, ensefalopati hipertensi
* rendah --> keracunan alkohol, keracunan barbiturat, infark jantung, septikemi, penyakit Addison
- kulit
* sianosis
* merah terang --> keracunan CO
* memar --> trauma
* bengkak - hiperemia wajah dan mata
* teleangiektasi-->keracunan alkohol
* pucat --> perdarahan
* banyak keringat --> hipoglikemi, syok
* kering --> asidosis diabetik, uremi
* turgor menurun --> dehidrasi
- bau napas
* alkohol
* aseton/ buah busuk --> koma diabetikum
* amoniak/urin --> uremi
* busuk --> koma hepatikum
- Susunan saraf
* tes rangsang nyeri di daerah supraorbital, sternal, bagian dalam lengan atau paha
* bila gerak fleksi leher mengalami tahanan --> iritasi selaput otak
* seluruh gerak leher mengalami tahanan --> rigiditas umum, kelainan spina servikalis
* hemiparese dan kelainan sesisi lain
- Pemeriksaan lain untuk mencari penyebab penyakit penyerta dan komplikasi
- Pemeriksaan penyerta
- darah --> rutin, ureum, gula darah, fungsi hati, kultur
- urin --> protein, glukosa, aseton, sel, kultur
- Punksi lumbal --> tekanan, sel, glukosa, protein
- radiologik --> tulang tengkorak, angiografi
Sumber : purwadiantoro. A dan Sampurna B. 2000. Kedaruratan Medik. Jakarta:Binarupa Aksara
Penyebab :
A. Penyakit intrakranial
a. Trauma susunan saraf pusat
b. Gangguan peredaran darah
c. infeksi SSP
d. Tumor SSP
e. Serangan-serangan, kejang dan epilepsi
f. Penyakit degeneratif SSP
g. Peninggian tekanan intra kranial
B. Penyakit ekstrakranial
a. Vaskuler : syok, payah jantung akut, hipertensi, hipotensi
b. Metabolik : asidosis diabetik, hipoglikemi, koma uremi hepatik, hipoksi, ketidak seimbangan elektrolit
c.Keracunan : alkohol, barbiturat, narkotik, CO, penenang lain
d. Infeksi sistemik berat : pneumonia, malaria, tifoid
e. lain-lain : hipertermi, hipotermi, syok listrik, syok anafilaktik
Diagnosis :
A. Aloanamnesis
B. Pemeriksaan fisik :
a. Tingkat kesadaran
b. Fungsi Vital :
- Suhu tubuh
* naik --> infeksi sistemik, gangguan thermoregulator, heat hyperpyrexia (disertai kulit kering)
* turun --> Keracunan barbiturat, kegagalan sirkulasi perifer, miksedema
- pernafasan
* lambat --> keracunan morfin, keracunan barbiturat, hipotiroid
* dalam dan cepat -->pneumonia, DM, uremi dan penyakit intrakranial
* cheyne-stokes --> peninggian TIK, kerusakan batang otak
- Nadi
*lambat --> heart blok hipertensi, peningkatan TIK
* cepat --> irama jantung ektopik, gangguan peredaran darah di otak
- Tekanan darah
* tinggi --> perdarahan otak, ensefalopati hipertensi
* rendah --> keracunan alkohol, keracunan barbiturat, infark jantung, septikemi, penyakit Addison
- kulit
* sianosis
* merah terang --> keracunan CO
* memar --> trauma
* bengkak - hiperemia wajah dan mata
* teleangiektasi-->keracunan alkohol
* pucat --> perdarahan
* banyak keringat --> hipoglikemi, syok
* kering --> asidosis diabetik, uremi
* turgor menurun --> dehidrasi
- bau napas
* alkohol
* aseton/ buah busuk --> koma diabetikum
* amoniak/urin --> uremi
* busuk --> koma hepatikum
- Susunan saraf
* tes rangsang nyeri di daerah supraorbital, sternal, bagian dalam lengan atau paha
* bila gerak fleksi leher mengalami tahanan --> iritasi selaput otak
* seluruh gerak leher mengalami tahanan --> rigiditas umum, kelainan spina servikalis
* hemiparese dan kelainan sesisi lain
- Pemeriksaan lain untuk mencari penyebab penyakit penyerta dan komplikasi
- Pemeriksaan penyerta
- darah --> rutin, ureum, gula darah, fungsi hati, kultur
- urin --> protein, glukosa, aseton, sel, kultur
- Punksi lumbal --> tekanan, sel, glukosa, protein
- radiologik --> tulang tengkorak, angiografi
Sumber : purwadiantoro. A dan Sampurna B. 2000. Kedaruratan Medik. Jakarta:Binarupa Aksara
18 Mei 2010
18 Mei 2010
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS.Annur:35)
bissmillah..... alhamdulillah, hari ini Alloh mengingatkanku..
Hari ini adalah jadwalku konsultasi draft proposal dengan seorang dosen di rumah sakit. Dalam perjalanan, aku menemui banyak sekali cerita..ternyata memang banyak sekali orang disekitarku yang kurang beruntung.. T.T
Selesai ujian, aku dan seorang temanku segera berangkat menuju rumah sakit, kebetulan saja temanku juga ada keperluan di sana. Setibanya di rumah sakit, aku langsung menempatkan motor biruku di halaman parkir rumah sakit. Sekitar beberapa meter dari tempatku parkir, ada tempat pembuangan sampah. Bertumpuk-tumpuk sampah menebarkan aroma busuk, sangat busuk, bahkan kami pun tak tahan ada didekatnya, mau muntah rasanya. Lalu segera saja aku tinggalkan tempat itu, dan langsung menuju ke dalam. Karena jadwal dokter yang sibuk, maka aku percepat langkahku menuju ruang PICU (pediatric intensive care unit) dimana dosenku sering transit setelah visite. Sesampainya di ruang picu, aku melihat beberapa bayi dan balita, tergeletak lemas berada di bed tidur dengan berbagai macam alat medis terpasang di tubuh. Orang tuanya dengan sabar duduk di samping bed si anak, membelai lembut si anak, mungkin dalam hatinya sedang menangis dan berdoa untuk kesembuhan anaknya. Sedih melihatnya, anak sekecil itu, dimana teman-teman sebayanya sedang asyik bermain, merasakan kasih sayang orang disekitarnya, namun ia harus tergeletak dengan penyakitnya bahkan mungkin ia tak tahu kalau ia sedang dibelai ibunya, ia harus berjuang melawan penyakitnya. Tak pernah terpikir dalam benakku, apa yang terjadi pada anak-anak seperti itu, di usianya yang masih muda, seharusnya matanya berbinar penuh harapan dan angan.
Beberapa saat aku berada di PICU, seorang perawat memberitahuku, bahwa dosen yang ku tunggu sedang visite. Ya sudahlah, memanfaatkan waktu menunggu, aku mengantar temanku dulu ke SMF bedah. Alhamdulillah, Alloh mempermudah jalanku, di tengah perjalanan, aku bertemu dengan dosen yang ku tunggu. Segera saja aku menghampirinya, dan menyampaikan maksud untuk mengumpulkan draft. Alhamdulillah, keperluanku dengan dosen selesai. Kami segera melanjutkan perjalanan ke SMF bedah, untuk menyelesaikan keperluan temanku. Begitu semua terselesaikan, kami bermaksud mengisi perut kami yang sedari pagi belum terisi. (lapaaarr.. :b )
Kami menuju food court setempat. Dalam perjalanan, lagi-lagi aku diingatkan oleh Alloh. Aku berjalan melewati ruang hemodialisa ( cuci darah) bagi para penderita ginjal. Dimana setiap waktu mereka harus mencuci darahnya, dikarenakan ginjal yang ada di dalam tubuhnya sudah tidak mampu melakukan kerjanya dengan optimal. Seketika, pikiranku melayang pada seorang pria separuh baya, yang saat ini bekerja di rumah kakak dari kakekku, sebut saja Bapak X. Ia adalah seorang penderita gangguan ginjal. Setiap meinggu ia harus mencuci darah dua kali seminggu. Hemodialisa berfungsi sebagai pengganti ginjal, disaat ginjal tak mampu melakukan fungsinya, dimana ginjal yang seharusnya mampu mengeluarkan sisa-sisa metabolisme atau racun dari peredaran darah melalui proses difusi, osmosis serta ultra filtrasi. Pada penderita gangguan ginjal, sisa metabolisme dan racun yang ada di dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan dan menumpuk dalam darah, dan akibatnya akan fatal dan menganggu metabolisme sistemik tubuh. Bapak X, harus menghabiskan biaya yang sangat banyak tiap kali hemodialisa, padahal satu minggu ia melakukannya 2 kali, berarti dalam satu bulan ia harus mencuci darahnya sebanyak 8 kali. Jika 8 kali cuci darah dikalikan dengan biaya adminstrasinya, entah berapa banyak biaya dan derita penyakit yang ia rasakan.
Setelah makan siang selesai, kami memutuskan untuk pulang. Aku kembali melewati tempat pembuangan sampah yang ada di halaman parkir,ehmm..masih bau yang sama..bau busuk,.. Ketika aku iseng menengok tempat pembuangan tersebut, ternyata di dalamnya ada seorang pemuda yang sedang mengais sampah. Astaghfirulloh, ternyata ia sedang mencari sesuap nasi dengan memulung. Begitu beratnya ia bekerja, menahan bau busuk disekitarnya, yang bahkan aku sendiri tidak kuat berlama-lama mencium bau yang menyengat dari sampah yang menggunung itu. Ia harus bertahan di dalamnya, demi mencari penghidupan....
Alloh sangat menyayangiku, Ia telah memberiku banyak nikmat, masa kecil yang indah, kesehatan yang begitu mahal dan Ia berikan segalanya untukku, serta kecukupan... namun, Astaghfirulloh, aku merasa malu, sangat malu..dengan begitu banyaknya nikmat yang Ia berikan padaku, aku malah sering melupakanNya...Astaghfirulloh..
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah." (QS. An-Nissa:28)
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahman:13)
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS.Annur:35)
bissmillah..... alhamdulillah, hari ini Alloh mengingatkanku..
Hari ini adalah jadwalku konsultasi draft proposal dengan seorang dosen di rumah sakit. Dalam perjalanan, aku menemui banyak sekali cerita..ternyata memang banyak sekali orang disekitarku yang kurang beruntung.. T.T
Selesai ujian, aku dan seorang temanku segera berangkat menuju rumah sakit, kebetulan saja temanku juga ada keperluan di sana. Setibanya di rumah sakit, aku langsung menempatkan motor biruku di halaman parkir rumah sakit. Sekitar beberapa meter dari tempatku parkir, ada tempat pembuangan sampah. Bertumpuk-tumpuk sampah menebarkan aroma busuk, sangat busuk, bahkan kami pun tak tahan ada didekatnya, mau muntah rasanya. Lalu segera saja aku tinggalkan tempat itu, dan langsung menuju ke dalam. Karena jadwal dokter yang sibuk, maka aku percepat langkahku menuju ruang PICU (pediatric intensive care unit) dimana dosenku sering transit setelah visite. Sesampainya di ruang picu, aku melihat beberapa bayi dan balita, tergeletak lemas berada di bed tidur dengan berbagai macam alat medis terpasang di tubuh. Orang tuanya dengan sabar duduk di samping bed si anak, membelai lembut si anak, mungkin dalam hatinya sedang menangis dan berdoa untuk kesembuhan anaknya. Sedih melihatnya, anak sekecil itu, dimana teman-teman sebayanya sedang asyik bermain, merasakan kasih sayang orang disekitarnya, namun ia harus tergeletak dengan penyakitnya bahkan mungkin ia tak tahu kalau ia sedang dibelai ibunya, ia harus berjuang melawan penyakitnya. Tak pernah terpikir dalam benakku, apa yang terjadi pada anak-anak seperti itu, di usianya yang masih muda, seharusnya matanya berbinar penuh harapan dan angan.
Beberapa saat aku berada di PICU, seorang perawat memberitahuku, bahwa dosen yang ku tunggu sedang visite. Ya sudahlah, memanfaatkan waktu menunggu, aku mengantar temanku dulu ke SMF bedah. Alhamdulillah, Alloh mempermudah jalanku, di tengah perjalanan, aku bertemu dengan dosen yang ku tunggu. Segera saja aku menghampirinya, dan menyampaikan maksud untuk mengumpulkan draft. Alhamdulillah, keperluanku dengan dosen selesai. Kami segera melanjutkan perjalanan ke SMF bedah, untuk menyelesaikan keperluan temanku. Begitu semua terselesaikan, kami bermaksud mengisi perut kami yang sedari pagi belum terisi. (lapaaarr.. :b )
Kami menuju food court setempat. Dalam perjalanan, lagi-lagi aku diingatkan oleh Alloh. Aku berjalan melewati ruang hemodialisa ( cuci darah) bagi para penderita ginjal. Dimana setiap waktu mereka harus mencuci darahnya, dikarenakan ginjal yang ada di dalam tubuhnya sudah tidak mampu melakukan kerjanya dengan optimal. Seketika, pikiranku melayang pada seorang pria separuh baya, yang saat ini bekerja di rumah kakak dari kakekku, sebut saja Bapak X. Ia adalah seorang penderita gangguan ginjal. Setiap meinggu ia harus mencuci darah dua kali seminggu. Hemodialisa berfungsi sebagai pengganti ginjal, disaat ginjal tak mampu melakukan fungsinya, dimana ginjal yang seharusnya mampu mengeluarkan sisa-sisa metabolisme atau racun dari peredaran darah melalui proses difusi, osmosis serta ultra filtrasi. Pada penderita gangguan ginjal, sisa metabolisme dan racun yang ada di dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan dan menumpuk dalam darah, dan akibatnya akan fatal dan menganggu metabolisme sistemik tubuh. Bapak X, harus menghabiskan biaya yang sangat banyak tiap kali hemodialisa, padahal satu minggu ia melakukannya 2 kali, berarti dalam satu bulan ia harus mencuci darahnya sebanyak 8 kali. Jika 8 kali cuci darah dikalikan dengan biaya adminstrasinya, entah berapa banyak biaya dan derita penyakit yang ia rasakan.
Setelah makan siang selesai, kami memutuskan untuk pulang. Aku kembali melewati tempat pembuangan sampah yang ada di halaman parkir,ehmm..masih bau yang sama..bau busuk,.. Ketika aku iseng menengok tempat pembuangan tersebut, ternyata di dalamnya ada seorang pemuda yang sedang mengais sampah. Astaghfirulloh, ternyata ia sedang mencari sesuap nasi dengan memulung. Begitu beratnya ia bekerja, menahan bau busuk disekitarnya, yang bahkan aku sendiri tidak kuat berlama-lama mencium bau yang menyengat dari sampah yang menggunung itu. Ia harus bertahan di dalamnya, demi mencari penghidupan....
Alloh sangat menyayangiku, Ia telah memberiku banyak nikmat, masa kecil yang indah, kesehatan yang begitu mahal dan Ia berikan segalanya untukku, serta kecukupan... namun, Astaghfirulloh, aku merasa malu, sangat malu..dengan begitu banyaknya nikmat yang Ia berikan padaku, aku malah sering melupakanNya...Astaghfirulloh..
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah." (QS. An-Nissa:28)
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahman:13)
Senin, 17 Mei 2010
AIR SUSU IBU (ASI)
1. Definisi
Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik dan sempurna untuk bayi, karena mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. (Depkes RI, 2005) Pemberian ASI adalah periode ekstra gestasi dengan payudara sebagai “plasenta eksternal”, karena payudara menggantikan fungsi plasenta tidak hanya dalam memberikan nutrisi bagi bayi, tetapi juga sangat mempunyai arti dalam perkembangan anak karena seolah-olah hubungan anak-ibu tidak terputus begitu dia dilahirkan ke dunia. Demikian pula dengan memberikan ASI sedini mungkin segera setelah bayi lahir, merupakan stimulasi dini terhadap tumbuh kembang anak. (Soetjiningsih, 1994)
2. Komposisi
Komposisi ASI terdiri berbagai macam zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh bayi, di antaranya adalah tauri, Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA), beberapa zat protektor penting serta zat-zat gizi lainnya seperti tabel 1 pada lampiran.
Taurin adalah sejenis asam amino kedua terbanyak terdapat dalam ASI dan tidak terdapat dalam air susu sapi. (Depkes RI, 2002) Taurin berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk maturasi sel otak. (Depkes RI 2002) Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa efek dari defisiensi akan berakibat gangguan pada retina mata. (Depkes RI, 2002)
Air susu ibu mengandung banyak asam lemak tidak jenuh berantai panjang (LCPUFA), selain LA dan ALA yang esensial, juga terdapat AA dan DHA yang sebenarnya dapat disintesis dari LA dan ALA. (Suradi R, 2001; Tangkilisan H. A. dan Lestari H, 2001) Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty-acids) diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. DHA dan AA yang terdapat dalam ASI, jumlahnya sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak dikemudian hari. Disamping dapat diperoleh secara langsung, DHA dan AA dalam tubuh dapat disintesa dari substansi pembentuknya yaitu masing-masing dari omega 3 (Asam Linolenat) dan omega 6 (Asam Linoleat). (Depkes RI, 2002)
Kemudian, untuk faktor-faktor protektif, di antaranya adalah imunoglobulin, lisozim, laktoperiodase, faktor bifidus, faktor anti stafilokokus, laktoferin dan transferin, komponen-komplemen, sel makrofag dan netrofil, lipase serta lekosit.
Imunoglobulin terdiri dari lgA, lgM, lgD dan lgE. (Hadi, 2005) IgA kadarnya lebih tinggi dalam kolostrum dibandingkan dengan ASI. Sekretori IgA tidak diserap, tetapi melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus dalam saluran pencernaan. (Depkes RI, 2002)
Lisozim terdapat dalam ASI sebanyak 6 – 300 ml/1.000 ml dan kadarnya bisa meningkat hingga 3.000 – 5.000 kal lebih banyak dibandingkan kadar lisozim dalam susu sapi. Enzim ini mempunyai fungsi bakteriostatik terhadap enterobakteria dan kuman gram (-), juga berperan sebagai pelindung terhadap berbagai macam virus. (Hadi, 2005) Enzim ini aktif mengatasi bakteri E. coli dan Salmonella. (Depkes RI, 2002) Peran laktoperiodase bersama dengan perokdase hidrogen dan tiosianat akan membantu membunuh streptococcus. (Hadi, 2005)
Faktor bifidus merupakan karbohidrat yang mengandung nitrogen. Mempunyai konsentrasi di dalam ASI 40 kali lebih tinggi dibanding dengan konsentrasi yang ada di susu sapi. Fungsi faktor ini untuk mencegah pertumbuhan organisme yang tidak diinginkan, seperti kuman E.coli patogen. Sedangkan faktor anti stafilokokus merupakan asam lemak dan melindungi bayi terhadap penyerbuan stafilokokus. (Hadi, 2005)
Laktoferin dan transferin, protein-protein ini memiliki kapasitas mengikat Fe / zat besi dengan baik hingga mengurangi tersedianya zat besi bagi pertumbuhan kuman yang memerlukan. (Hadi, 2005)
Sistem komplemen dalam ASI terdiri dari 11 protein serum yang dapat dibedakan satu sama lain dan dapat diaktifkan oleh berbagai zat seperti antibodi, produksi kuman dan enzim. Komplemen C3 dan C4 terdapat dalam ASI. Dalam kolostrum terdapat konsentrasi C3 lebih tinggi hingga dalam keadaan aktif merupakan faktor pertahanan yang berarti. (Hadi, 2005)
Sel makrofag dan netrofil dapat melakukan fagositosis itu terhadap Stafilokokus, E.coli dan Candida albicans. (Hadi, 2005) Sedangkan lipase merupakan zat antivirus (Hadi, 2005)
Selama dua minggu pertama ASI mengandung lebih dari 4000 sel per mil lekosit. Terdiri dari tiga macam yaitu : a. Bronchus-Asociated Lymphocyte Tissue (BALT) yang menghasilkan antibodi terhadap infeksi saluran pernafasan, b. Gut Asociated Lymphocyte Tissue (GALT) yang menghasilkan antibopdi terhadap saluran pencernaan., c. Mammary-Asociated Lymphocyte Tissue (MALT) yang mneyalurkan antibodi melalui jaringan payudara ibu. Sel-sel ini yang memproduksi Ig.A, Laktoferin, lisosim dan interferon. Interferon menghambat virus tertentu. (Depkes RI, 2002)
3. Produksi ASI
Menurut produksinya ASI dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu kolostrum, ASI transisi dan ASI matang. Kolostrum adalah ASI yang keluar hari pertama sampai hari ke-4/ke-7. Cairan seringkali berwarna kuning atau dapat pula jernih ini lebih menyerupai darah daripada susu, sebab mengandung sel hidup yang menyerupai “sel darah putih” yang dapat membunuh kuman penyakit. Air susu ibu (ASI) transisi adalah ASI yang keluar sejak hari ke-4/ke-7 sampai hari ke-10/ke-14. Kadar protein makin merendah, sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin meninggi, dan volume akan makin meningkat. Sedangkan yang terakhir adalah ASI matang (Mature) merupakan ASI yang keluar setelah hari ke-14, dengan komposisi relatif konstan. (Utami R, 2005)
"Subhanalloh..Maha Besar Alloh, Alloh menciptakan manusia dengan detail yang masing-masing memiliki peran luar biasa.. bahkan kasih sayang seorang ibu yang tergambar dari adanya ASI....
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahman:13)
Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik dan sempurna untuk bayi, karena mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. (Depkes RI, 2005) Pemberian ASI adalah periode ekstra gestasi dengan payudara sebagai “plasenta eksternal”, karena payudara menggantikan fungsi plasenta tidak hanya dalam memberikan nutrisi bagi bayi, tetapi juga sangat mempunyai arti dalam perkembangan anak karena seolah-olah hubungan anak-ibu tidak terputus begitu dia dilahirkan ke dunia. Demikian pula dengan memberikan ASI sedini mungkin segera setelah bayi lahir, merupakan stimulasi dini terhadap tumbuh kembang anak. (Soetjiningsih, 1994)
2. Komposisi
Komposisi ASI terdiri berbagai macam zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh bayi, di antaranya adalah tauri, Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA), beberapa zat protektor penting serta zat-zat gizi lainnya seperti tabel 1 pada lampiran.
Taurin adalah sejenis asam amino kedua terbanyak terdapat dalam ASI dan tidak terdapat dalam air susu sapi. (Depkes RI, 2002) Taurin berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk maturasi sel otak. (Depkes RI 2002) Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa efek dari defisiensi akan berakibat gangguan pada retina mata. (Depkes RI, 2002)
Air susu ibu mengandung banyak asam lemak tidak jenuh berantai panjang (LCPUFA), selain LA dan ALA yang esensial, juga terdapat AA dan DHA yang sebenarnya dapat disintesis dari LA dan ALA. (Suradi R, 2001; Tangkilisan H. A. dan Lestari H, 2001) Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty-acids) diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. DHA dan AA yang terdapat dalam ASI, jumlahnya sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak dikemudian hari. Disamping dapat diperoleh secara langsung, DHA dan AA dalam tubuh dapat disintesa dari substansi pembentuknya yaitu masing-masing dari omega 3 (Asam Linolenat) dan omega 6 (Asam Linoleat). (Depkes RI, 2002)
Kemudian, untuk faktor-faktor protektif, di antaranya adalah imunoglobulin, lisozim, laktoperiodase, faktor bifidus, faktor anti stafilokokus, laktoferin dan transferin, komponen-komplemen, sel makrofag dan netrofil, lipase serta lekosit.
Imunoglobulin terdiri dari lgA, lgM, lgD dan lgE. (Hadi, 2005) IgA kadarnya lebih tinggi dalam kolostrum dibandingkan dengan ASI. Sekretori IgA tidak diserap, tetapi melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus dalam saluran pencernaan. (Depkes RI, 2002)
Lisozim terdapat dalam ASI sebanyak 6 – 300 ml/1.000 ml dan kadarnya bisa meningkat hingga 3.000 – 5.000 kal lebih banyak dibandingkan kadar lisozim dalam susu sapi. Enzim ini mempunyai fungsi bakteriostatik terhadap enterobakteria dan kuman gram (-), juga berperan sebagai pelindung terhadap berbagai macam virus. (Hadi, 2005) Enzim ini aktif mengatasi bakteri E. coli dan Salmonella. (Depkes RI, 2002) Peran laktoperiodase bersama dengan perokdase hidrogen dan tiosianat akan membantu membunuh streptococcus. (Hadi, 2005)
Faktor bifidus merupakan karbohidrat yang mengandung nitrogen. Mempunyai konsentrasi di dalam ASI 40 kali lebih tinggi dibanding dengan konsentrasi yang ada di susu sapi. Fungsi faktor ini untuk mencegah pertumbuhan organisme yang tidak diinginkan, seperti kuman E.coli patogen. Sedangkan faktor anti stafilokokus merupakan asam lemak dan melindungi bayi terhadap penyerbuan stafilokokus. (Hadi, 2005)
Laktoferin dan transferin, protein-protein ini memiliki kapasitas mengikat Fe / zat besi dengan baik hingga mengurangi tersedianya zat besi bagi pertumbuhan kuman yang memerlukan. (Hadi, 2005)
Sistem komplemen dalam ASI terdiri dari 11 protein serum yang dapat dibedakan satu sama lain dan dapat diaktifkan oleh berbagai zat seperti antibodi, produksi kuman dan enzim. Komplemen C3 dan C4 terdapat dalam ASI. Dalam kolostrum terdapat konsentrasi C3 lebih tinggi hingga dalam keadaan aktif merupakan faktor pertahanan yang berarti. (Hadi, 2005)
Sel makrofag dan netrofil dapat melakukan fagositosis itu terhadap Stafilokokus, E.coli dan Candida albicans. (Hadi, 2005) Sedangkan lipase merupakan zat antivirus (Hadi, 2005)
Selama dua minggu pertama ASI mengandung lebih dari 4000 sel per mil lekosit. Terdiri dari tiga macam yaitu : a. Bronchus-Asociated Lymphocyte Tissue (BALT) yang menghasilkan antibodi terhadap infeksi saluran pernafasan, b. Gut Asociated Lymphocyte Tissue (GALT) yang menghasilkan antibopdi terhadap saluran pencernaan., c. Mammary-Asociated Lymphocyte Tissue (MALT) yang mneyalurkan antibodi melalui jaringan payudara ibu. Sel-sel ini yang memproduksi Ig.A, Laktoferin, lisosim dan interferon. Interferon menghambat virus tertentu. (Depkes RI, 2002)
3. Produksi ASI
Menurut produksinya ASI dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu kolostrum, ASI transisi dan ASI matang. Kolostrum adalah ASI yang keluar hari pertama sampai hari ke-4/ke-7. Cairan seringkali berwarna kuning atau dapat pula jernih ini lebih menyerupai darah daripada susu, sebab mengandung sel hidup yang menyerupai “sel darah putih” yang dapat membunuh kuman penyakit. Air susu ibu (ASI) transisi adalah ASI yang keluar sejak hari ke-4/ke-7 sampai hari ke-10/ke-14. Kadar protein makin merendah, sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin meninggi, dan volume akan makin meningkat. Sedangkan yang terakhir adalah ASI matang (Mature) merupakan ASI yang keluar setelah hari ke-14, dengan komposisi relatif konstan. (Utami R, 2005)
"Subhanalloh..Maha Besar Alloh, Alloh menciptakan manusia dengan detail yang masing-masing memiliki peran luar biasa.. bahkan kasih sayang seorang ibu yang tergambar dari adanya ASI....
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahman:13)
Langganan:
Postingan (Atom)
